
(News.. 19/03)Para pejabat bank sentral Amerika, the Federal Reserve memberi signal bahwa pemulihan ekonomi tidak cukup kuat untuk mengangkat inflasi, mengurangi pengangguran, atau memberi alasan untuk mengakhiri suku bunga dari rekor terendah. Hari Rabu lalu para pejabat the Fed kembali membuktikan janjinya untuk menjaga suku bunganya “expectionally low” untuk satu periode yang panjang (“extended period”), satu tahun setelah mereka menggunakan frase tersebut. Dalam pernyataannya pasca FOMC meeting yang berakhir Rabu dini hari (WIB) komite pasar terbuka federal (FOMC) menyatakan walaupun ekonomi mengalami peningkatan, para pengusaha masih enggan untuk merekrut tenaga kerja, pembangunan perumahan tertekan, dan inflasi akan terkendali untuk beberapa waktu kedepan.
Mantan pejabat the Fed Charles Lieberman menyatakan pimpinan the Fed Ben S. Bernanke dan kolega-koleganya kini menunggu dukungan meningkatnya pasar tenaga kerja sebelum mulai keluar dari ekspansi kredit terbesar sepanjang sejarah. Lieberman, yang kini menjabat sebagai kepala kantor investasi di Advisors Capital Management LLC di New Jersey dan mantan kepala staff analisa moneter di New York Fed menambahkan, sangat sulit untuk membuat satu alasan yang kuat bahwa ekonomi mendukung pemulihan hingga terjadinya pertumbuhan pasar tenaga kerja.
Dalam FOMC meeting lalu, FOMC mempertahankan target suku bunga pendanaan federal untuk kredit overnight antar bank dalam range antara nol sampai 0.25%, yang diterapkan sejak Desember 2008. Para pejabat FOMC juga memastikan bahwa program pembelian surat utang berbasis kredit perumahan senilai $1.43 triliun akan berakhir pada akhir Maret ini. The Fed mengulang istilah “extended period” pada setiap meeting sejak Maret 2009. Presiden Chicago Fed Chales Evans pekan lalu menyatakan frase tersebut baginya diartikan tiga atau empat FOMC meeting. The Fed menjadwalkan 8 kali meeting setiap tahunnya.
Hari Rabu lalu, para pejabat Fed menambahkan bahasa pada pernyataannya dengan mengatakan housing starts flat pada level terdepresiasi. Laporan dari departemen perdagangan menunjukan housing starts turun 5.9% pada bulan Februari, sebagian disebabkan oleh badai musim dingin di timur laut dan selatan. Ekonom di Columbia University dan Nobel Laureate, Joseph Stiglitz berpendapat, akan berakhirnya program pembelian surat utang berbasis kredit perumahan beresiko mendorong meningkatnya suku bunga kredit perumahan dan memperburuk krisis perumahan. Stiglitz menambahkan, ditariknya dukungan beresiko meningkatkan suku bunga, meningkatkan jumlah penyitaan, dan memperburuk ketegangan dan stress yang dihadapi oleh keluarga-keluarga di Amerika. Dia menyatakan para pejabat salah menilai dan memprediksikan penyitaan dan kegagalan bank tahun ini akan melampaui total tahun 2009 dan 2008.
Pengangguran
Ekonomi Amerika telah kehilangan 48.4 juta tenaga kerjanya sejak resesi dimulai pada Desember 2007. Penurunan daftar penggajian berkurang menjadi rata-rata 27.000 per bulan dari November samapai Februari, dibanding rata-rata 252.000 perbulan pada Juli hingga Oktober tahun lalu. The Fed menyatakan pasar tenaga kerja beranjak stabil, meningkat dari pernyataan bulan Januari lalu bahwa deteriorasi di pasar tenaga kerja berkurang. Tingkat pengangguran pada buulan Februari sebesar 9.7%, turun dari level tertinggi selama 26 tahun sebesar 10.1% pada bulan Oktober lalu. The Fed semestinya berhati-hati pada hal tersebut, tutur mantan Gubernur Fed Lyle Gramley yang kini menjabat sebagai penasehat ekonomi senior di Potomac Research Group di Washington.
Perkiraan Suku Bunga
Senior Ekonom Michelle Girard dari RBS Securities Inc. di Connecticut dalam catatannya menyatakan pihaknya kini melihat kenaikan suku bunga the Fed pada bulan September atau mungkin Juni. Harm Bandholz, ekonom UniCredit Global Research di New York berpendapat pihaknya memperkirakan suku bunga lebih tinggi pada awal 2011 setelah sebelumnya memperkirakan pada September 2010. Rata-rata analis yang disurvey Bloomberg bulan ini memperkirakan kenaikan suku bunga pada bulan November.
Presiden Kansas City Fed Thomas Hoeing berbeda pendapat selama dua kali meeint berturut-turut dan meningkatkan keberatannya pada frase “extended period” seraya menyatakan hal tersebut dapat meningkatkan resiko bagi makro ekonomi dan stabilitas finansial dalam jangka panjang. Penentangan Hoeing merefleksikan perhatian hilai aset akan meningkat terlalu besar disebabkan kebijakan bank sentral, tutur Paul Ballew, mantan ekonomi Fed yang kini menjadi wakilpresiden di Nationwide Mutual insurance Co. di Obio.
Risk Aversion
Ketidakyakinan the Fed tarhadap kekuatan pemulihan ekonomi Amerika untuk menjamin suku bunga yang lebih tinggi menghantam animo investor terhadap aset-aset maupun mata uang dengan imbal hasil tinggi. Investor berusaha membukukan keuntungan atas aset-aset maupun mata uang tarseut dengan melepas aset-aset tersebut (risk aversion) dan mengalihkan dana investasinya kedalam mata uang aman (US dollar dan yen). Kondisi tersebut memberi dorongan bagi kedua mata uang aman tersebut menguat terhadap segeap mata uang denagn imbal hasil tinggi.
US dollar rebound dari level terendah selama 7 pekan tehadap euro di $1.3817 menguat ke level tertinggi selama 1 pekan ke $1.3587, rebound level terendah selama hampir 3 pekan terhadap sterling di $1.5380 menguat ke level tertinggi harian ke $1.5218, rebound dari level terendah selama 6 pekan terhadap Swiss franc di CHF 1.0508 menguat ke level tertinggi selama hampir 1 pekan ke CHF 1.0646, dan rebound dari level terendah selama hampir 2 bulan terhadap aussie di $0.9251 menguat hingga 0.9181. Mata uang aman lainnya, yen, juga menguat terhadap segenap mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi. Yen rebound dari level terendah selama hampir 2 bulan terhadap aussie di ¥83.67 menguat hingga ¥82.68, rebound dari level terendah selama 1½ bulan terhadap Swiss franc di ¥86.14 menguat hingga ¥84.78, rebound dari level terendah selama 3 pekan terhadap sterling di ¥139.35 menguat hingga ¥137.05, dan rebound dari level terendah pekan ini terhadap euro di ¥125.06 menguat hingga ¥122.67.
(newscentury)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar