Selasa, 23 Maret 2010

Euro Rebound dari Level Terendah Selama 3 Pekan; Uni Eropa Summint


Daily Brief (23-03-2010), Mata uang tunggal Eropa, euro, rebound dari level terendah selama 3 pekan terhadap US dollar pada perdagangan awal pekan ini. Penguatan suro ditopang oleh meningkatnya minat investor terhadap aset-aset beresiko dengan imbal hasil tinggi (risk appetite) seiring penguatan yang terjadi di bursa saham Wall Street. Namun euro masih berada di bawah bayang-bayang tekanan kekhawatiran terhadap kemampuan Yunani memperoleh bantunan finansial menjelang pertemuan tingkat tinggi pejabat-pejabat negara-negara US dollar.

Minat investor terhadap aset-aset maupun mata uang beresiko dengan imbal hasil tinggi (risk appetite) sedikit meningkat pada perdagangan awal pekan ini seiring penguatan yang terjadi di bursa saham Wall Street. Indeks saham Amerika berada pada teritori positif ditopang oleh saham-saham farmasi dan saham-saham kesehatan lainnya yang menguat menyusul disahkannya rancangan undang-undang kesehatan yang diajukan presiden Barack Obama di parlemen. Meningkatnya minat investor terhadap perdagangan beresiko mendorong mata uang dengan imbal hasil tinggi, termasuk euro, menguat terhadap mata uang dengan imbal hasil rendah (yen dan US dollar). Euro rebound dari level terendah selama 3 pekan di $1.3499 akhir pekan lalu menguat hingga $1.3568.

Namun para trader menyatakan penguatan euro akan terjadi dalam jangka pendek, dimana investor bersikap hati-hati sebelum pertemuan tingkat tinggi pejabat-pejabat negara-negara Uni Eropa hari Kamis dan Jum’at mendatang. Hingga saat ini, para pejabat Uni Eropa memberikan signal-signal berlawanan dimana Jerman, negara ekonomi terbesar Eropa, meminta Yunani untuk menyelesaikan masalah utangnya sendiri, sementara Italia secara kuat mendukung bantuan Uni Eropa.

Euro melemah lebih dari 5 persen terhadap US dollar sejak awal tahun ini seiring mencuatnya perhatain terhadap ketahanan utang di Yunani dan negara-negara kecil Uni Eropa lainnya. Analis menyatakan kegagalan dalam menghasilkan resolusi cepat seputar Yunani dalam pertemuan pekan ini, dikombinasikan dengan rendahnya pertumbuhan, akan menghalangi bank sentral Uni Eropa, ECB, menaikan suku bunga hingga thaun depan dan menambah lebih banyak tekanan jual bagi euro. Vassili Serebriakov, currency strategist Wells Fargo Bank di New York menyatakana pertemuan tersebut akan menjadi sebuah event penting, namun tergantung pada bagaimana Uni Eropa membantu Yunani, ekspektasi saat ini sangat rendah.

Serebriakov menambahkan situasi tersebut mungkina akan terus berlangsung untuk beberapa saat kedepan dan bahkan jika mereka membawa penyesuaian di Yunani dan negara-negara Uni Eropa lainnya, itu berarti pertumbuhan akan lebih melemah. Ini menjai pertanda tidak bagus bagi euro. UBS AG, satu dari pedagang mata uang terbesar dunia melihat euro diperdagangkan pada $1.30 pada tiga bulan mendatang. Pada pertengahan sesi kedua perdagangan New York, euro menguat 0.2% ke $1.3553 setelah menyentuh level tertinggi harian di $1.3568.

Carl Hammer, SEB currency strategist di Stockholm menyatakan nampaknya akan diperoleh kesepakatan berupa beberapa bantuan bagi Yunan, namun tidak jelas bentuk seperti apa yang akan diambi. Hammer menambahkan hal tersebut akan menjaga euro dibawah tekanan jual. Perbedaan diantara Uni Eropa seputar bagaimana untuk membantu Yunani menghembuskan sebuah aksi jual pada mata uang tunggal, menekannya turun 10% sejak awal Desember. Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menyatakan dia tidak ini sejumlah uang Jerman atau Uni Eropa dijadikan sebagai bantuan finansial bagi Yunani.

Pertemuan Tingkat Tinggi di Depan Mata


Akhir pekan lalu pemerintah Yunani menyatakan mereka akan berjalan tanpa pinjaman hingga akhir April mendatang, namun menekan partner-partner Uni Eropa untuk paket siaga kongkrit untuk membantu membawa biaya pinjaman menurun. Analis JPMOrgan menyatakan gesekan antara Yunani dengan negara-negara Uni Eropa lainnya kemungkinan akan meningkat pekan ini. Apabila negara-negara Uni Eropa lainnya tidak mengajukan sesuatu yang dapat diterima untuk Yunani pada pertemuan tersebut, Yunani mungkin akan benar-benar pergi ke IMF. Seberiakov menyatakan pinjaman IMF paling tidak akan menjadi sebuah aksi konkrit dan karena itu dapat membantu euro sesaat. Selain perhatian terhadap pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa, pekan ini investor juga akan menunggu rilisan sata fundamental ekonomi Amerika meliputi laporan perumahan hari Selasa dan Rabu dan terstimoni pimpinan the Federeal Reserve Ben Bernanke hari Kamis mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar