Minggu, 07 Maret 2010

Tingkat Pengangguran Amerika Bertahan di Level Terendah Sejak Agustus 2009; Payrolls



Tingkat pengangguran (unemployment) di Amerika di luar perkiraan bertahan di level terendah sejak Agustus 2009 pada bulan Februari, sebuah indikasi bahwa ekonomi Amerika tengah berada di ambang pembangunan lapangan kerja. Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja Amerika kemarin mengumumkan tingkat pengangguran di Amerika pada bulan Februari bertahan pada level 9.7%, sama dengan tingkat pengangguran bulan Januari, menjauh dari level tertinggi selama 26 tahun sebesar 10.2% pada bulan Oktober tahun lalu. Analis dalam polling Reuters memperkirakan tingkat pengangguran akan meningkat menjadi 9.8%. Berdasarkan hasil survey yang diselenggarakan oleh Bloomberg, ekonom memperkirakan rata-rata tingkat pengangguran Amerika tahun 2010 sebesar 9.8% dan akan turun menjadi 9.5% pada akhir tahun ini.

Dalam laporannya yang dirilis melalui situs resmi BLS www.bls.gov Departemen Tenaga Kerja Amerika menyatakan penurunan tingkat pengangguran merupakan hasil dari peningkatan tenaga kerja di sektor manufaktur, jasa, dan tanaga profesional. Namun peningkatan pada ketiga sektor tersebut terkikis oleh penurunan yang terjadi di sektor konstruksi, transportasi, dan finansial. Sektor manufaktur merekrut tenaga kerja sebanyak 1.000 orang pada bulan Februari setelah meningkat 20.000 tenaga kerja pada bulan Januari, peningkatan selama 2 bulan berturut-turut, meningkatkan jam kerja, dan mendorong pembayaran gaji, yang kemungkinan akan mengangkat belanja konsumen dan mendorong pertumbuhan. Analis menyatakan perusahaan-perusahaan manufaktur tidak dapat memenuhi permintaan dengan kekuatan tenaga kerja yang tersedia saat ini, sehingga mereka menambah tenaga kerja. Data tersebut juga dinilai sebagai indikasi bahwa ekonomi Amerika tengah bergerak ke arah yang benar.

Diantara perusahaan-perusahaan yang menambah tenaga kerjanya pada bulan Februari adalah Accenture Plc, perusahaan penyedian jasa teknologi terbesar ke dua di dunia. Accenture merencanakan untuk meningkatkan karyawannya sekitar 50.000 tenaga kerja yang 9.000 penambahan tenaga kerja diantaranya dilakukan di Amerika hingga bulan Agustus mendatang. Direktur worldwide recruting John Campagnino menyatakan pihaknya melihat peningkatan permintaan sangat besar secara global. Campagnino menambahkan bahwa tren membawanya kembali ke level sebelum resesi.

Namun cerahnya outlook pasar tenaga kerja dibalik turunnya tingkat pengangguran masih dibayangi oleh kembali meningkatnya pemutusan hubungan kerja pada bulan yang sama. BLS melaporkan, daftar penggajian di perusahaan-perusahaan Swasta dan agen-agen pemerintah di luar sektor pertanian (non-farm payrolls) berkurang 36.000 tenaga kerja pada bulan Februari. Namun penurunan tersebut jauh lebih kecil dibanding perkiraan ekonom dalam polling Reuters yang memperkirakan berkurang 50.000 tenaga kerja. Selain itu, BLS juga merevisi penurunan tenaga kerja pada buan Januari yang direvisi menjadi berkurang (minus) 26.000 tenaga kerja dari (minus) 20.000 tenaga pada rilisan seeblumnya. Pengurangan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor konstruksi yang sapanjang bulan Februari lalu berkurang 64.000 tenaga kerja dan produsen peralatan kebutuhan rumah tangga (good producing) dengan pengurangan sebanyak 60.000 tenaga kerja. Di sisi lain, pengurangan jumlah tenaga kerja tereduksi oleh peningkatan yang terjadi di sektor jasa sementara (temporary help services) yang meningkat 47.500 tenaga kerja dan layanan profesional dan bisnis yang meningkat 50.000 tenaga kerja. Di sektor perdagangan ritel, yang pada bulan Januari menambah 41.800 tenaga kerjanya, berkurang 400 tenaga kerja pada bulan Februari.

Kepala ekonom Presiden Barack Obama, Christina Romer menyatakan sangat realistis untuk memperkirakan pertumbuhan pasar tenaga kerja di Amerika dalam beberapa bulan mendatang. Meski demikian, Romer menambahkan, setiap orang yang keluar dan berbicara kepada orang-orang di negeri ini tahu bahwa pasar tenaga kerja masih sangat sulit.

Menilik laporan ketenaga kerjaan dari BLS bulan ini, terdapat hal yang berbeda dengan laporan-laporan sebelumnya. Dalam lapornnya, BLS menyatakan perubahan kondisi pasar tenaga kerja bulan Februari sebagian dipengaruhi oleh kerasnya badai salju yang menerjang Amerika bulan lalu. analis khawatir bahwa badai salju yang menerjang sebagian besar wilayah Amerika Serikat sepanjang masa survey untuk laporan ketenaga kerjaan akan menyebabkan penurunan sangat besar dalam data ketenaga kerjaan. Meski demikian, Departemen Tenaga Kerja menyatakan meskipun badai salju kemungkinan mempengaruhi penghitungan tenaga kerja, sulit untuk mengukur pengaruhnya terhadap data yang dihasilkan. BLS menekankan bahwa tidak semua penutupan atau ketidakhadiran sementara menyebabkan penurunan dalam data tenaga kerja, sebab para pekerja dihitung sebagai pekerja apabila mereka menerima pembayaran pada sepanjang periode survey, bahkan bila itu hanya untuk satu jam. Selain itu, BLS menambahkan, tidak jelas seberapa banyak pekerja yang dapat ditambahkan kedalam daftar penggajian bulan Februari pembersihan salju atau perbaikan yang berhubungan dengan badai.

Pengangguran, merupakan satu dari sekian banyak tantangan yang dihadapi Presiden Barack Obama, ratingnya tengah mengalami penurunan. Obama dan partainya Demokrat khawatiran para pemilih dapat menghukum mereka pada pemilihan anggota Kongres bulan November mendatang apabila tidak ada kemajuan yang dibuat dalam membawa penduduk Amerika kemabali bekerja seiring pulihnya ekonomi dari resesi terdalam sejak tahun 1930-an. Pihak Gedung Putih menyalahkan badai salju untuk penurunan data tenaga kerja bulan llau dan menyatakan sebuah pola stabilisasi dan pemulihan bertahan pada kenyataannya telah dilakukan.

Bulan lalu, Presiden Barack Obama menyebut penyediaan lapangan kerja sebagai prioritas utama tahun ini seiring perkiraan proyeksi pemerintah bahwa tingkat pengangguran rata-rata sebesar 10% sepanjang tahun 2010 ini. Kemarin, Presiden Obama kembali meningkatkan Small Business Administration Loans dari $350.000 menjadi $1 juta guna mendorong perekrutan di bisnis kecil. Sebelumnya, Barack Obama juga telah mensyahkan pemotongan pajak sebesar $33 milyar uang bailout yang dibayarkan kembali oleh institusi-institusi finansial Wall Steet untuk membantu komunitas perbankan membuat kredit bagi perusahaan kecil. Sejak Obama memangku jabatannya pada Januari 2009, lebih dari 4 juta pekerjaan hilang. Awal tahun lalu penasehat ekonomi Obama memperkirakan paket stimulus senilai $787 milyar akan mempertahankan tingkat pengangguran di bawah 8.0%.

Investor, baik di pasar modal maupun di pasa mata uang asing, nampaknya lebih terfokus pada fakta berkurangnya tingkat pengangguran (unemployment) dibanding terhadap penurunan jumlah tenaga kerja (non-farm payrolls). Pasca rilisan data tenaga kerja, indeks saham di bursa Wall Street menguat seiring optimisme bahwa berkurangnya tingkat pengangguran akan membantu meningkatkan aktivita belanja masyarakan yang meliputi lebih dari 70% aktivitas perekonomian Amerika. Bagi investor di pasar mata uang asing, bertahannya tingkat pengangguran pada level terendah sejak Agustus 2009 serta penguatan di bursa saham diartikan sebagai peluang untuk memperoleh keuntungan atas aset-aset beresiko. Investor memburu aset-aset maupun mata uang dengan imbal hasil tinggi dalam perdagangan beresiko (risk appetite) dan melepas mata uang aman (US dollar dan yen). US dollar melemah terhadap mata uang utama dengan imbal hasil tinggi mengikis penguatan sepanjang pekan lalu namun menguat terhadap yen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar