Senin, 14 Desember 2009

Penjualan Eceran Amerika Meningkat Tajam; Sentimen Masyarakat


Daily Brief (14-12-2009), Penjualan di tingkat pengecer Amerika (retail sales) meningkat hampir dua kali lipat dibanding perkiraan pada bulan November lalu. Seperti bulan-bulan sebelumnya, peningkatan tingkat penjualan eceran masih didominasi oleh penjualan produk-produk kendaraan dan suku cadangnya serta barang-barang elektronik. Meningkatnya kepercayaan terhadap kondisi ekonomi saat ini dan masa yang akan datang menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat untuk meningkatkan belanja untuk kebutuhan sehari-hari. Indikasi meningkatnya kepercayaan masyarakat terbukti dengan rilisan hasil survey yang diselenggarakan Reuters bersama University of Michigan hari Jum’at kemarin yang menunjukan indeks kepercayaan konsumen (preliminary) meningkat mendekati level tertinggi tahun ini.

Biro Sensus Departemen Perdagangan Amerika kemarin mengumumkan total penjualan eceran, termasuk penjualan kendaraan (retail sales) bulan November (MoM) meningkat 1.3% yang diikuti dengan revisi menurun penjualan eceran bulan sebelumnya menjadi 1.1%. Penjualan di luar kendaraan dan suku cadangnya (retail sales X) bulan November dilaporkan meningkat 1.3%, hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding median forecast polling Reuters yang memperkirakan meningkat 0.4%, setelah stagnan (0.0%) revisi bulan sebelumnya. Dominasi penjualan kendaraan dan suku cadangnya ditopang oleh program cash for clunkers, sebuah program dimana pemerintah Amerika memberi insentif kepada masyarakat yang mau menukarkan kendaraan lama yang boros bahan bakar dengan kendaran tipe baru yang lebih ramah lingkungan. Program tersebut berhasil mendongkrak penjualan kendaraan meningkat 7.8%.

Biro Sensus menyatakan data tersebut merupakan estimasi terkini penjualan eceran dan jasa penjualan makanan bulan November, disesuaikan dengan perbedaan musim dan liburan serta perbedaan hari perdagangan, namun tidak untuk perubahan harga. Total penjualan eceran dilaporkan mencapai $352.073 milyar meningkat dari $347.605 pada bulan Oktober. Total periode penjualan bulan September hingga November 2009 turun 2.1% atau ±0.3% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan pada periode bulan September hingga Oktober 2009 direvisi dari 1.4% (±0.5%) menjadi 1.1% (±0.0%). Secara keseluruhan peningkatan penjualan ditopang oleh peningkatan tajam penerimaan dari stasiun pengisian bahan bakar, diikuti meningkatnya pembelian kendaraan dan suku cadangnya, material bangunan, serta barang-barang elektronik.

Kepercayaan konsumen menjadi faktor utama dibalik meningkatnya tingkat penjualan eceran. Setelah dibuktikan dengan meningkatnya data tingkat kepercayaan konsumen Amerika (consumer confidence) tanggal 24 November lalu, meningkatnya kepercayaan konsumen Amerika kembali dibuktikan dengan meningkatnya indeks sentimen konsumen dalam hasil survey Reuters bersama University of Michigan. Hasil survey tersebut menunjukan perliminary index sentimen konsumen bulan Desember meningkat menjadi 73.4, sedikit di bawah level tetinggi tahaun ini pada September lalu, meningkat dari 67.4 bulan sebelumnya dan menembus ekspektasi ekonom yang memperkirakan meningkat menjadi 68.5.

Sebagian analis menyatakan peningkatan tajam data penjualan eceran dapat menyebabkan masalah bagi bank sentral Amerika, the Federal Reserve. The Fed, yang akan menggelar rapat kompite pasar terbuka federal (FOMC meeting) pekan ini, berkomitmen untuk terus mempertahankan suku bunga pada area nol persen untuk jangka waktu yang lebih panjang, sambil memperhatikan untuk melihat pemulihan meningkat. Gambaran besarnya adalah, bahwa pemulihan nampaknya telah berada pada jalur yang benar. Kombinasi antara meningkatnya pasar tenaga kerja dan meningkatnya belanja konsumen merupakan sebuah signal kuat bahwa ekonomi Amerika tidak berada pada titik menuju sebuah skenario resesi yang dua kali lebih dalam. Secara pasti sebuah resiko meningkat signifikan dimana kita akan mengalami pemulihan lebih kuat dibanding apa yang the Fed dan sensus perkiraan. Hal tersebut kemungkinan menyebabkan pusing.. kapan kita akan menghapus bahasa “estended period” seperti yang selalu ditekankan the Fed.

Ekspektasi the Federal Reserve akan menaikan suku bunganya lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya, mendorong US dollar rebound setelah tertekan pada dua hari perdagangan sebelumnya. Prospek akan dipertahankannya suku bunga ultra rendah menekan US dollar pada beberapa bulan terakhir dimana investor meminjam mata uang dengan suku bunga rendah US dollar dan menginvestasikannya kembali kedalam saham, komoditi, dan mata uang lain dengan suku bunga lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan. US dollar rebound ke level tertinggi selama 2 bulan terhadap euro kd $1.4587 setelah sempat tertekan pada dua hari sebelumnya. Menguat mendekati level tertinggi selama lebih dari 1½ bulan terhadap sterling di $1.6164 hari Rabu lalu menguat hingga $1.6198. Menguat ke level tertinggi selama lebih dari 2 bulan terhadap Swiss franc ke CHF 1.0368 namun sedikit tertahan terhadap aussie. Kuatnya daya tarik US dollar bahkan mendorong US dollar menguat ke level tertinggi sejak awal pekan terhadap yen ke ¥89.81. Indeks dollar yang merupakan indeks nilai tukar US dollar terhadap 6 mata uang partner perdagangan utamanya menguat ke level tertinggi selama 2 bulan ke 76.726.

Sepanjang pekan lalu, isu-isu lain yang mempengaruhi sentimen perdagnagan di pasar forex, selain data penjualan eceran dan sentimen konsumen di akhir pekan, adalah kesulitan keuangan yang dialami bank investasi Dubai World serta kekehawatiran terhadap kondisi keuangan publik negara-negara besar termasuk Amerika serikat dan Inggris. Kekhwatiran terhadap kondisi keuangan publik tersebut menjadi trigger penguatan US dollar seiring langkah investor manglihkan dana investasinya dari aset-aset maupun mata uang beresiko dengan imbal hasil lebih tinggi kedalam mata uang aman, US dollar dan yen.

Perhatian terhadap outlook pemulihan ekonomi global nampaknya akan terus mendominasi sentimen perdagangan hingga pekan ini. Sejumlah data fundamental ekonomi dari berbagai negara yang akan dirilis pekan ini diperkirakan akan memperkuat outlook pemulihan ekonomi global. Selain rilisan data fundamental ekonomi, perhatian investor juga akan diarahkan kepada kebijakan moneter dua bank sentral besar, the Federal Reserve dan Bank of Japan yang dijadwalkan menggelar rapat pekan ini. Perhatian investor terutama tertuju pada masa depan dukungan bank sentral bagi ekonomi dalam program pembelian aset masing-masing. Pekan lalu, bank sentral Jepang telah memberi signal untuk terus meingkatkan kucuran dana kedalam ekonomi untuk mencegah ekonomi Jepang kembali terperosok kedalam resesi yang lebih dalam. Di sisi lain, bank sentral Uni Eropa telah memberikan signal untuk mulai menarik dukungannya terhadap ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar