Selasa, 08 Desember 2009

Outlook Suku Bunga the Federal Reserve


Daily Brief (08-12-2009), Perhatian terhadap outlook suku bunga Amerika menjadi isu utama yang mempengaruhi aktivitas perdagangan di pasar finansial pada perdagangan awal pekan ini. Perhatian terhadap outlook suku bunga the Federal Reserve mengemuka akhir pekan lalu menyusul rilisan data tenaga kerja yang meningkat jauh lebih baik dibanding perkiraan. Laporan tersebut sekaligus menegaskan kian solidnya pemulihan ekonomi Amerika. Data tenaga kerja versi pemerintah (non-farm payrolls dan unemployment) yang dirilis Departemen Tenaga Kerja Amerika hari Jum’at lalu berhasil membalik pandangan para pelaku pasar terhadap masa depan ekonomi dan suku bunga Amerika. Laporan tersebut menunjukan perusahaan-perusahaan maupun agen-agen pemerintah memangkas tenaga kerjanya jauh lebih sedikit dibanding pemangkasan bulan-bulan sebelumnya, sebanyak 11.000 tenaga kerja kehilangan pekerjaannya pada bulan November lalu (non-farm payrolls), jumlah terkecil sejak Juni 2003, dan tingkat pengangguran (unemployment) turun dari level tertinggi selama 26½ tahun sebesar 10.2% pada bulan Oktober lalu menjadi 10.0% pada bulan November.

Peningkatan sangat signifikan yang terjadi di pasar tenaga kerja Amerika mendorong spekulasi bahwa the Fed akan meninggalkan kebijakan moneter longgarnya lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Pasca rilisan data tenaga kerja, Futures di the Chicago Board of Trade menunjukan 54% kemungkinan the Fed akan menaikan suku bunganya paling tidak 25 basis point atau 0.25% pada FOMC meeting bulan Juni mendatang. Pulihnya pasar tenaga kerja juga menekan kekhawatiran seperti yang disampaikan pihak the Fed dalam FOMC meeting sebelumnya yang menyatakan para pejabat tinggi the Fed, termasuk pimpinannya Ben Bernanke menyatakan resesi Amerika, yang paling menyakitkan sejak great depression tahun 1930-an menyisakan warisan tingginya pengangguran dan tidak jalannya paberik-paberik yang akan menahan tekanan harga dalam pengawasan.

Spekulasi kenaikan suku bunga the Fed mendorong US dollar rally terhadap segenap mata uang utama lainnya. Pada perdagangan akhir pekan, indeks dollar menguat dengan kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni lalu dan menguat terhadap segenap mata uang utama lainnya. Sentimen positif terhadap US dollar berlanjut hingga awal perdagangan hari Senin kemarin dimana US dollar menguat ke level tertinggi selama 1 bulan terhadap euro dan Swiss franc masing-masing ke $1.4757 dan CHF 1.0244, dan ke level tertinggi selama 1 pekan terhadap sterling dan aussie masing-masing ke $1.6315 dan ke $0.9054.

Penguatan US dollar juga diperkuat dengan diturunkannya estimasi biaya untuk bantuan likuiditas bagi bank-bank besar oleh Departemen Keuangan Amerika. sumber di Departemen Keuangan Amerika, sebagaimana dilaporka Reuters, menyatakan ongkos yang harus dibayar oleh para pembayar pajak untuk Troubled Asset Relief Program (TARP) dipangkas menjadi $200 milyar. Sebelumnya pemerintahan Obama mengestimasikan ongkos untuk TARP sebesar $700 milyar dan direvisi menjadi $341 milyar sebelum akhirnya kembali direvisi menjadi $200 milyar. Kongres Amerika menerima progra TARP disaat krisis finansial bergejolak tahun lalu sehingga pemerintah harus menyuntikan modal kedalam bank-bank sakit dan menjaganya dari seretan gelombang penurunan sistem finansial.

Pejabat di Departemen Keuangan Amerika menyatakan peningkatan tersebut ditopang oleh fakta bahwa investasi Departemen Keuangan untuk menstabilkan sistem memberikan pengembalian yang lebih besar dibanding yang diantisipasi sebelumnya dan bahwa Deparetmen Keuangan tidak mengantisipasi untuk menarik keseluruhan $700 milyar dalam otoritas TARP. Bank-bank bermaksud untuk mengembalikan dana talangan dengan tujuan untuk membebaskan mereka dari batasan-batasan pemerintah dalam pembayaran yang mereka khawatirkan akan menjadikannya kurang kompetitif dalam hubungan dengan bank-bank yang telah keluar dari program TARP. Peberapa pekan lalu, Bank of America menyatkan pihaknya bermaskud untuk mengembalikan $45 milyar dana TARP dan sekitar $116 milyar dana talangan akan dikembalikan. Pihak Departemen Keuangan memperkirakan sekitar $175 milyar dana talangan akan dikembalikan hingga akhir 2010.

Dengan meningkatnya pasar finansial saat ini dan bank-bank merencanakan untuk mengembalikan dana TARP yang mereka terima, Departemen Keuangan akan memiliki ruang untuk memikirkan apakah dan bagaimana danat TARP capat digunakan untuk kebutuhan lain seperti pembangunan lapangan kerja ataupun mereduksi defisit anggaran. Para pembayar pajak akan membayar lebih kecil dibanding apa yang dipikirkan sebelumnya, dan defisit anggaran maupun utang akan turun, tutur pihak Departeme Keuangan. Presiden Barack Obama dijadwalkan akan menyampaikan pidato mengenai pembangunan lapangan kerja pada hari Selasa ini dan diperkirakan dia akan mendiskusikan penggunaan dana TARP untuk pembangunan lapangan kerja.

Namun spekulasi percepatan kenaikan suku bunga the Fed terganjal menyusul pernyataan kepala the Federal Reserve yang kembali menyatakan berbagai hambatan yang menghadang pemulihan ekonomi Amerika dan suku bunga the Fed akan dipertahankan pada rekor terendah dalam jangka waktu lebih panjang. Berbicara di hadapan the Economic Club di Washington kemarin kepala the Fed Ben Bernanke menyatakan bahwa ketatnya kredit dan buruknya pasar tenaga kerja akan menjadi hambatan besar yang akan menerjang balik pertumbuhan ekonomi. Bernanke menyatakan meskipun ekonomi Amerika telah meningkat, jalan untuk pemulihan masih panjang. "We still have some ways to go before we can be assured that the recovery will be self-sustaining," tandas Bernanke. Pernyatan tersebut memadamkan spekulasi yang meningkat pasca rilisan data tenaga kerja akhir pekan lalu yang memperkirakan the Fed akan meningkatkan suku bunganya lebih cepat dibanding estimasi sebelumnya. Pasca pernyataan Bernanke, Futures di the Chicago Board of Trade menunjukan kemungkinan the Fed akan menaikan suku bunganya pada FOMC meeting Juni mendatang turun menjadi 48% dari 54% pasca rilisan data tenaga kerja. Terhadap US dollar, penyataan tersebut juga menjadi trigger pelemahan bagi US dollar. US dollar terkreksi dari penguatan sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar