
Daily Brief (05-12-2009), Barbagai upaya yang dilakukan baik oleh pihak pemerintahan dibawah kepemimpinan Barack Obama maupun otorita moneter the Federal Reserve membawa ekonomi Amerika keluar dari resesi terpanjang dan terdalam sejak Great Depression tahun 1930-an nampak mulai membuahkan hasil. Setelah terbukti dengan pulihnya kondisi pasar perumahan maupun aktivitas manufaktur seperti tergambar dari membaiknya serangkaian data fundamental ekonomi yang dirilis belakngan ini, indikasi mulai pulihnya ekonomi Amerika kembali dibuktikan dengan membaiknya kondisi pasar tenaga kerja. Setelah mencapai puncaknya pada Oktober 2009 saat tingkat pengangguran Amerika menembus level psikologis maupun politis 10% melonjak ke level tertinggi selama 26½ ke 10,2%, tren pemulihan pasar tenaga kerja kembali dibuktikan dengan berkurangnya tingkat pengangguran pada bulan November. Tren pemulihan pasar tenaga kerja Amerika juga tampak dari terus berkurangnya penurunan jumlah penduduk yang kehilangan pekerjaan dengan berkurangnya penurunan data non-farm payrolls maupun jobless claims pada beberapa pekan terakhir.
Biro statistik tenaga kerja (BLS) yang bulan Juni lalu merayakan ulang tahunnya yang ke 125 hari Jum’at kemarin mengumumkan tingkat pengangguran di Amerika pada bulan November sebesar 10%, turun dari level tertingginya selama 26½ tahun 10,2% pada bulan Oktober. Total penduduk yang tidak memiliki pekerjaan sebanyak 15,4 juta orang, turun dari 15,7 juta orang pada bulan Oktober. Penurunan tersebut jauh di luar perkiraan dimana sebagian besar ekonom memperkirakan tingkat pengangguran akan bertahan di level tertinggi selama 26½ tahun 10.2%. Namun dibanding pada saat awal terjadinya resesi pada Desember 2007, tingkat pengangguran tersebut meningkat lebih dari 2 kali lipat dimana jumlah penduduk yang tidak memiliki pekerjaan sebanyak 7,5 juta orang dan tingkat pengangguran 4,9%. Berdsarkan data BLS, diantara para penganggur, jumlah penduduk yang kehilangan pekerjaannya dan penduduk yang mengakhiri pekerjaan sesaat turun sebanyak 463.000 pada bulan November. Jumlah penduduk yang kehilangan pekerjaan dalam jangka panjang (selama 27 minggu atau lebih) meningkat 293.000 menjadi 5,9 juta. Pergerakan tingkat pengangguran Amerika sejak tahun 2007 lalu dapat dilihat pada grafik di samping.
Tren pemulihan pasar tenaga kerja Amerika terutama tampak pergerakan data tenaga kerja di luar sektor pertanian yang dikemas dalam laporan data penggajian di luar sektor pertanian (non-farm payrolls). Setelah mencapai puncaknya pada bulan Januari 2009 saat ekonomi Amerika kehilangan 741.000 tenaga kerja, penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 1949, kondisi pasar tenaga kerja Amerika terus menunjukan tren pemulihan. Hari Jum’at kemarin, BLS melaporkan penurunan jumlah tenaga kerja di Amerika berkurang sangat signifikan pada bulan November lalu dimana ekonomi Amerika hanya kehilangan 11.000 tenaga kerjanya, penurunan bulanan terkecil sejak Juni 2003 saat ekonomi Amerika kehilangan 2.000 tenaga kerjanya. Tren pasar tenaga kerja Amerika sejak Januari 2007 lalu dapat dilihat pada grafik di samping.
Berdsarkan laporan BLS, penurunan jumlah tenaga kerja di sektor konstruksi, manufaktur, dan industri informasi tereduksi oleh peningkatan dalam jasa bantuan sementara dan kesehatan. Jumlah pekerja di sektor kosntruksi turun 27.000 orang pada bulan November, namun angka tersebut jauh lebih kecil dibanding rata-rata penurunan selama 6 bulan hingga bulan April lalu sebanyak 117.000 orang per bulan dan 63.000 per bulan pada 6 bulan terakhir dari Mei hingga Oktober. Di sektor manufaktur, jumlah pekerja di sektor ini turun 41.000 orang pada bulan November. Rata-rata penurunan jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur pada 5 bulan terakhir juga turun menjadi 46.000 per bulan, jauh lebih kecil dibanding rata-rata bulanan penurunan pada paruh pertama tahun ini sebanyak 171.000 orang per bulan. Sekitar 2.1 juta karyawan di sektor manufaktur kehilangan pekerjaannya sejak awal resesi Desember 2007. Laporan BLS selengkapnya dapat diakses melalui situr sermi BLS di www.bls.gov.
Dua sektor ekonomi Amerika yang menjadi penahan laju penurunan jumlah tenaga kerja Amerika adalah binis jasa dan perawatan kesehatan. Jumlah tenaga kerja di sektor profesional dan binis jasa meningkat 86.000 pada bulan November. Bantuan jasa sementara membukukan peningkatan terbesar dengan penambahan 52.000 tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja di sektor perawatan kesehatan pada bulan yang sama meningkat 21.000.
Secara psikologis, berkurangnya tingkat pengangguran akan memberi pengaruh terhadap psikologis konsumen. Adanya jaminan keamanan pekerjaan yang juga berarti terjaminya pendapatan memberi ketenangan bagi masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatnya kepercyaan terhadap ekonomi secara umum (consumer confidence). Data terakhir menunjukan indeks kepercayaan konsumen Amerika meningkat pada bulan November. The Conference Board melaporkan the Conference Board Consumer Confidence Index ®, yang diluar perkiraan turun pada bulan Oktober, sedikit meningkat pada bulan November. Nilai indeks kini berada pada level 49.5 dari revisi meningkat bulan sebelumnya sebesar 48.7. Direktur the Conference Board Consumer Research Center Says Lynn Franco menyatakan indeks situasi saat ini hampir tidak mengalami perubahan dan tatap pada level yang tidak terlihat dalam 26 tahun terakhir. Peningkatan moderat terjadai pada pandangan jangka pendek dengan berkurangnya perentase konsumen yang memperkirakan kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja memburuk, sebagai kebalikan dari meningkatnya persentase konsumen yang memperkirakakan kondisi meningkat. Ekspektasi pendapatan juga tetap pesimis dan konsumen memasuki musim liburan dalam suasana berhemat. Tren pemulihan pasar tenaga kerja juga terefleksikan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat (personal income). Pendapatan penduduk (personal income) bulan Oktober dilaporkan meningkat 0.2, sama dengan peningkatan bulan sebelumnya.
Pasar tenaga kerja mendapat perhatian sangat besar dari para pelaku pasar meingkat sektor tersebut merupakan sektor ekonomi yang mendapat pukulan paling besar dari resesi yang menimpa Amerika. Besarnya ancaman pasar tenaga kerja bagi pemulihan ekonomi Amerika diakui oleh berbagai pihak termasuk oleh otorita moneter the Federal Reserve seperti yang disampaikan dalam konferensi pers pasca FOMC meeting awal November lalu. The Fed menyatakan para pejabat tinggi the Fed, termasuk pimpinannya Ben Bernanke menyatakan resesi Amerika, yang paling menyakitkan sejak great depression tahun 1930-an menyisakan warisan tingginya pengangguran dan tidak jalannya paberik-paberik yang akan menahan tekanan harga dalam pengawasan.
US dollar rally
Kian solidnya tren pemulihan pasar tenaga kerja Amerika mendorong harapan bahwa pemulihan ekonomi secara umum juga meningkat. Para pelaku pasar bahkan menghubungkannya dengan outlook suku bunga the Fed. Analis menyataka laporan data tenaga kerja yang sangat mengejutkan tersebut menumbuhkan spekulasi bahwa the Federal Reserve kemungkinan akan menaikan suku bunganya dari rekor terendah lebih cepat dari perkiraan dan hal tersebut mendorong US dollar menguat. Indeks dollar yang merupakan indeks nilai tukar US dollar terhadap 6 mata uang utama lainnya rebound dari level tertinggi selama lebih dari 15 bulan di 74.170 dua pekan lalu menguat ke level tertinggi selama hampir 2 bulan ke 75.936.
Terhadap mata uang utama lainnya, US dollar menekan euro ke area di bawah level psikologis $1.5000 rebound dari level terendah selama lebih dari 15 bulan di $1.5144 dua pekan lalu, menguat ke level tertinggi selama 2 pekan ke $1.4822. Terhadap sterling, US dollar untuk kedua kalinya berturut-turut, rebound dari level terendah selama 1 pekan di $1.6722 hari Kamis lalu. Terhadap Swiss franc, US dollar kembali menguat menembus level keseimbangan (CHF 1.000 per dollar), menguat ke level tertinggi selama hampir 2 pekan ke CHF 1.0191 rebound dari level terendah selama 19½ bulan di CHF 0.9914 dua pekan lalu dan terhadap aussie, US dollar menguat dia hari berturut-turut ke $0.9109, rebound dari level terendah selama lebih dari 2 pekan di $0.9326 hari Kamis lalu. US dollar juga menguat terhadap yen yang menguat selama 5 hari berturut-turut dua pekan lalu. US dollar menguat ke level tertinggi selama hampir 4 pekan ke ¥90.76, rebound dari level terendah selama 14½ bulan di ¥ 84.81 Jum’at dua pekan lalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar