
Bursa utama Asia kemungkinan besar masih akan membuat perbaikannya pada awal minggu nanti pasca pernyataan pimpinan IMF bahwa kondisi perekonomian Asia akan keluar pertama kali dari krisis ekonomi yang melanda sejak tahun lalu.
Nah harapan ini tentunya butuh dukungan pula dari regional Asia, dimana beberapa pejabat di China dan Jepang serta Korsel sangat optimis terhadap proses recovery ekonomi selama ini dimana trend pengangguran sudah nampak pada puncaknya, begitu pula pola atau trend kredit macet sudah mulai perlahan-lahan mengalami penurunannya.
Dorongan paling kuat mempengaruhi mood beli kembali investor bursa memang dari fundamental ekonomi China yang terus membaik dari sisi maraknya investasi baru, sehingga diharapkan sekali langkah bagi petinggi bank sentralnya yang sudah mulai melunak dalam hal nilai tukar yuan yang diinginkan pihak US untuk naik, akan semakin mendekati kenyataan sehingga dampaknya adalah aktivitas bisnis dari US sendiri dapat berkembang pesat dan US sebagai patokan ekonomi dunia dapat memberi sentiment yang lebih besar kepada maraknya kembali aktivitas bursa global dan regional Asia.
Sector perbankan masih akan memberi nuansa yang cukup bagus terhadap bursa pasca rasa optimism kalangan perbankan di China dan Korsel serta Jepang bahwa non performing loan sudah nampak berkurang dan di 2010 akan sangat mengecil seiring aktivitas sector riil yang bangkit.
Sector retail nampak terbantu dari optimisnya pasar retail di US menghadapi libur akhir tahun yang kemungkinan penjualan barang akan lebih baik dibanding tahun lalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar