Selasa, 17 November 2009

Outlook indeks Asia: Alur kenaikan masih ada


Bursa utama Asia kemungkinan besar masih akan membuat perbaikannya pada perdagangannya kali ini mengikuti kinerja penjualan retail US yang dalam trend kenaikannya disertai dengan pola persediaan bisnis di US yang terus menurun sehingga dapa dipercayai bahwa kebangkitan ekonomi mendekati kenyataannya disela-sela kunjungan Obama untuk bertemu Hu Jintao.
Kunjungan Obama ke Beijing, dapat dipercaya dapat memberi jalan keluar bagi ekspor China dan niscaya apresiasi yuan dapat menenangkan industry global menuju persaingan usaha yang lebih terbuka dan kompetitif. Sebaliknya dengan makin terbukanya peluang ekspor US ke China dan terpecahkannya masalah antidumping pada kesempatan pembicaraan presiden kedua negara tersebut, paling tidak 250 ribu orang akan terserap sebagai pekerja di US dan ini bisa membangkitkan perekonomian US itu sendiri.
Tercatat bahwa investasi asing yang masuk ke China masih saja tumbuh hampir 6% sehingga total dalam 10 bulan terakhir aliran dana asing yang masuk mencapai lebih dari $ 70 milyar terbantu dari produksi industry dan penjualan retail yang meningkat diatas perkiraan pasar meski inflasi mereda.
Otoritas moneter Hongkong sendiri meredam gejolak mata uangnya dengan melakukan injeksi ke pasar uang senilai $ 400 juta untuk menetralkan kondisi dollar Hongkong disela-sela penjualan kantor pusat HSBC di London.
Tercatat pula dari Jepang bahwa pertumbuhan ekonomi di awal kuartal terakhir ini juga tercatat terus menampakan kemajuannya sehingga dapat diartikan bahwa pertumbuhan ekonomi negeri Matahari Terbit ini masih prospektif, meski bank sentralnya enggan melakukan intervensi mata uangnya sehingga kemajuan indeksnya agak tertahan oleh tingkah polah dari yen yang terus menguat terhadap dollar.
Terlihat bahwa sector retail akan terbantu data penjualan retail US, sector perbankan akan terbantu oleh penjualan kantor pusat HSBC dan kinerja perbankan China yang mengharapkan apresiasi yuan serta injeksi HKMA, sector mining atau tambang akan terbantu oleh kinerja dollar yang tak bagus atau harga minyak serta emas yang menggeliat lagi terbantu oleh pola risk apetite di pasar uang yang menjatuhkan dollar.
Kemungkinan besar pergerakan Hangseng di level 22900 - 23300, Nikkei di level 9850 – 10005 dan Kospi di level 210 – 213.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar