Jumat, 20 November 2009

Outlook indeks Asia: Kondisi ekonomi menjadi tanda tanya lagi


Bursa utama Asia kemungkinan besar masih dalam bayang-bayang koreksi kembali setelah kemarin mengalami tekanan yang cukup dalam terutama Nikkei dimana kondisi ekonomi yang dalam proses pemulihan kembali dipertanyakan lagi.
Hangseng kembali gagal menguat setelah beberapa investor menutup perdagangan kemarin dengan langkah seribu alias mengamankan posisi terlebih dahulu sehingga di esok ini akan berjuang lagi untuk mengangkat bursa utama Hongkong ini untuk mengikuti jejak bursa Shanghai yang terus menguat. Potensi penguatan Hangseng masih ada setelah China Mobile dan beberapa emiten property menguat dimana prospek keuntungan akan didapat karena jelang lelang tanah di Hongkong serta keoptimisan bisnis telekomunikasi yang akan menguat pasca krisis ini.
Kospi kemungkinan masih akan terus menguat bila sentiment dari Jepang tak mempengaruhi mood investor Korea Selatan setelah sector eksporter khususnya eksporter tehnologi yang terbantu nilai kurs mata uangnya terhadap dollar. Kospi kemarin terus mendekati level 215, dan kemungkinan akan terus dicoba sampe akhir bulan ini.
Sedang bagi Nikkei cukup berat untuk bangkit dari keterpurukannya setelah level psikologis bawah 9500 telah terlewati. Hal ini terjadi karena banyak rumors yang kurang menguntungkan bursa utama Jepang tersebut, seperti penguatan yen terhadap dollar yang memberi ruang jual bagi sector utama Nikkei yaitu eksporter tentunya, kemudian factor penggalangan dana dari emiten besar termasuk Mitsubishi UFJ Financial Group yang kemarin mengirimkan sinyal laba yang tinggi sekitar 59% kenaikan namun akan mengeluarkan saham baru senilai $ 11.2 milyar dan factor kebangkrutan JAL sebagai operator penerbangan terbesar dari Jepang. Pengumpulan dana dari emiten Nikkei hampir $ 40 milyar dalam bentuk saham dan surat hutang tentunya akan melukai perasaan investor lama, sehingga terlihat sekali bagi Nikkei cukup sulit untuk mendekati level 10000nya lagi dipicu pula otoritas fiscal dan moneter Jepang terkesan berdiam diri akan keterpurukan bursanya. Factor kesimpangsiuran politik pemerintahan Jepang yang baru juga ikut serta memberi mood investor yang kurang bagus ke bursa.
Secara umum, sector perbankan dan tehnologi tak akan bisa berbuat banyak, begitu pula sector retail dan industry berat serta komoditi tambang atau mining, dimana investor seakan tak bergairah dalam situasi yang bisa dikatakan untuk sementara memegang dollar terlebih dahulu.
Kemungkinan besar pergerakan Hangseng di level 22100 - 22500, Nikkei di level 9330 – 9550 dan Kospi di level 208 – 212.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar