
Bursa utama Asia kemungkinan besar berusaha kembali untuk memberi area hijau atau penguatan atau posisi beli yang lebih besar lagi setelah mengalami saat-saat yang kurang begitu kuat untuk naik di beberapa hari perdagangan lalu.
Hangseng telah capai level psikologisnya di 23000an, namun gagal dipertahankan karena investor lebih mengutamakan aksi ambil untung sesaat terutama bagi HSBC yang terus mencetak rekor harga pasca terpuruk di Maret lalu. Dukungan perbankan justru datang dari perbankan China daratan yang akan diuntungkan oleh upaya apresiasi yuan yang telah disepakati pada pertemuan Obama – Hu Jintao kemarin.
Kospi berhasil berada di level psikologis 211 nya setelah beberapa broker terangkat oleh kinerja yang baik dan sector tehnologi Korea Selatan masih mumpuni untuk mendapat tempat dihati masyarakat global mengikuti produk dari US.
Sedang bagi Nikkei cukup berat untuk bangkit dari keterpurukannya bahkan tersebar kondisi level psikologis bawah 9500 paling tidak akan dijemput pada minggu ini. Hal ini terjadi karena banyak rumors yang kurang menguntungkan bursa utama Jepang tersebut, seperti penguatan yen terhadap dollar yang memberi ruang jual bagi sector utama Nikkei yaitu eksporter tentunya, kemudian factor penggalangan dana dari emiten besar termasuk Mitsubishi UFJ Financial Group yang kemarin mengirimkan sinyal laba yang tinggi sekitar 59% kenaikan namun akan mengeluarkan saham baru senilai $ 11.2 milyar dan factor kebangkrutan JAL sebagai operator penerbangan terbesar dari Jepang. Pengumpulan dana dari emiten Nikkei hampir $ 40 milyar dalam bentuk saham dan surat hutang tentunya akan melukai perasaan investor lama, sehingga terlihat sekali bagi Nikkei cukup sulit untuk mendekati level 10000nya lagi dipicu pula otoritas fiscal dan moneter Jepang terkesan berdiam diri akan keterpurukan bursanya.
Sector property kali ini nampak tak akan bisa berdiri tegak lagi, pasca data aktivitas konstruksi dari US sendiri mengalami penurunan semalam sehingga dapat diartikan potensi daya beli konsumen patut dipertanyakan lagi.
Namun yang menjadi catatan akan kebangkitan bursa Asia, yaitu pertama kondisi beli akan bangkit lagi pasca tekanan jual yang tinggi pada periode perdagangan beberapa hari kebelakang, kedua pernyataan dari pejabat the Fed yaitu James Bullard bahwa kondisi pengangguran di US tak akan mencapai level tertingginya 11% dan niscaya potensi kepulihan tenaga kerja yang bisa diartikan pula kepulihan daya beli atau konsumen terbesar bagi produk ekspor Asia paling tidak dapat dilihat pada awal kuartal 2010 nanti.
Kemungkinan besar pergerakan Hangseng di level 22800 - 23200, Nikkei di level 9600 – 9800 dan Kospi di level 209 – 213.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar