Rabu, 18 November 2009

Outlook indeks Asia: Batas bawah bursa terus dicoba


Bursa utama Asia kemungkinan besar dalam posisi terjepit lagi, pasca kondisi ekonomi yang masih membutuhkan factor likuiditas atau modal yang lebih besar lagi disertai data ekonomi yang kurang mendukung pula.
Sehari sebelumnya the Fed sebagai otoritasi moneter US mengutarakan tingkat suku bunga rendahnya untuk menyelamatkan perekonomiannya (pertumbuhan dan tenaga kerja), dan hal ini berseberangan dengan Royal Bank of Australia yang akan dalam jalur kenaikan suku bunganya kembali. Sedangkan kondisi di Asia masih tarik ulur naik atau tidak, yang jelas Jepang tak akan buru-buru termasuku membiarkan yennya makin kokoh terhadap dollar, China juga telah berjanji akan segera mengapresiasi yuan yang tak diketahui kapan itu terjadi, otoritas moneter Hongkong telah melakukan injeksi pasar demi stabilnya harga dan beberapa emiten besar di Jepang akan mengeluarkan surat hutang baru atau melepas saham barunya untuk menambal modal kerja, sehingga ada kekurangyakinan dari pasar menghadapi tinggal landas resesi ini.
Sector minyak dan logam menghadapi aksi ambil sesaat, dimana pasar akan menanti data inflasi US di Rabu malam dimana akan bisa terlihat langkah dari the Fed apakah tetap bertahan dengan suku bunga rendahnya atau tidak.
Sector tehnologi dan perbankan dalam potensi beli lagi setelah kemarin mengalami perdagangan yang melelahkan atau koreksi yang cukup lumayan besar.
Kemungkinan besar pergerakan Hangseng di level 22700 - 23100, Nikkei di level 9650 – 9840 dan Kospi di level 208 – 211.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar