Senin, 03 Mei 2010

Belanja Konsumen Bantu Dukung Ekonomi Amerika


Kosumen Amerika membantu dukung ekonomi Amerika pada awal 2010, mengambil alih kepemimpinan pemulihan yang mulai membangun pekerjaan yang dibutuhkan untuk menjamin dukungannya. Gross domestic product (GDP) tumbuh sebesar 3.2 persen pada nilai tahunan pada kuartal pertama seiring meningkatnya belanja rumah tangga dengan pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun, data dari Departemen Perdagangan kemarin menunjukan di Washington. Laporan lainnya mengindikasikan ekonomi terbesar dunia tersebut meningkat mengawali kuartal kedua. Data-data tersebut menjadi signal kuat meskipun pemulihan berkelanjutan kemungkinan akan tertahan.

Meskipun pertumbuhan menurun dari lonjakan pada kuartal keempat sebesar 5.6 persen dan keluar lebih lemah dibanding perkiraan ekonom, detil dari laporan dari Departemen Perdagangan hari Jum’at kemarin secara wajar meningkat. Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan Amerika menyatakan peingkatan dalam real GDP pada kuartal peratama terutama merefleksikan kontribusi positif dari belanja konsumsi personal (PCE), investasi persediaan barang swasta (private inventory investment), ekspor, dan investasi di bangunan bukan rumah tinggal yang sebagian terkikis oleh penurunan dalam belanja pemerintah Negara maupun local dan dalam investasi tetap di nonresidential. Impor, yang merupakan factor pengurang dalam kalkulasi GDP mengalami peningkatan.

Belanja konsumen, yang secara normal meliputi sekitar 70 peren aktivitas ekonomi Amerika, menambah hampir 2.6 persen terhadap pertumbuhan gross domestic product kuartal lalu, kontribusi terbesar sejak kuartal keempat tahun 2006. Belanja konsumen meningkat 3.6 persen pada periode Januari hingga Maret, lebih dari dua kali lipat peningkatan pada kuartel pertama sebesar 1.6 persen pada kuartal pertama dan merupakan peningkatan terbesar sejak awal 2007. Belanja konsumsi personal riil (real PCE) meningkat 3.6 persen pada kuartal pertama, lebih tinggi dibanding peningkatan 1.6 persen pada kuartal keempat tahun lalu.

Ryan Sweet, senior ekonom di Economy.com milik Moody di West Chester, pnesylvinia menyatakan konsumen tidak sepanik yang meraka rasakan tahun lalu dan meraka mulai melepas sejumlah keperluan yang terkakang. Namun tingkat pertumbuhan (belanja) tersebut tidak berkelanjutan. Kami mulai melihat kekhawatiran yang lebih dari konsumen pada beberapa bulan mendatang dikarenakan kami kita tetap memiliki hampir dua digit tingkat pengangguran. Departemen Tenaga Kerja Amerika tanggal 2 April lalu menyatakan data penggajian (payrolls) di Amerika melonjak 162.000 bulan lalu, peningkatan terbesar dalam tiga tahun. Berdasarkan hasil survey terhadap pada ekonom sebelum laporan dari Departemen Tenaga kerja tanggal 7 Mei mendatng, para pengusaha kemungkinan kembali meningkatkan daftar penggajiannya bulan ini, dan tingkat pengangguran nampaknya bertahan pada 9.7 persen.

Presiden Barack Obama, yang kepopulerannya tertekan dikarenakan ketidakpuasan public terhadap ekonomi, menyebut data tersebut sebagai sebuah tahapan dalam jalur yang benar, namun menekankan perlunya berbuat lebih banyak. Ekonomi kita lebih kuat, denyut ekonomi tumbuh lebih cepat, tutur Obama di Gedung Putih. Meskipun laporan GDP hari ini merupakan tonggak dalam jalan menju pemulihan, ini tidak berate banyak bagi penduduk Amerika yang kehilangan pekerjaannya dan tidak dapat menemukan pekerjaan lainnya. Tingginya pengangguran tetap menjadi borok seiring ekonomi keluar dari resesi terdalam dan tarpanjang sejak tahun 1930-an. Ekonomi Amerika tumbuh selama tiga kuartal berturut-turut.

Amerika keluar dari resesi lebih cepat dibanding Eropa ataupun Jepang. GDP Uni Eropa kuartal pertama akan dirilis pertengahan Mei mendatang dan secara kasar diperkirakan akan menunjukan pertumbuhan secara tahunan sebesar 0.8 persen. Jepang, yang tengah berjuang dengan deflasi, tidak melaporkan datanya hingga akhir Mei. Analis menyatakan menerima namun pertumbuhan ekonom Amerika yang moderat berarti the Federal Reserve dapat menunggu waktu sebelum menaikan suku bunga acuannya dari level saat ini sekitar nol persen, terutama dengan pengangguran yang mendekati 10 persen.

Joseph Brusuelas, ekonom di Brusuelas Analytics di Stamford, Connecticut, menyatakan ini akan memberi keyakinan tambahan di dewan kebijakan the Fed yang akan melihat untuk mempertahankan suku bunga hingga 2011. Hari Rabu lalubank sentral menekankan aktivias ekonomi menguat dan baha pasar tenaga kerja mulai meningkat. Masih dari the Fed, mereka menyatakan memperkirakan pemulihan lamban dan kembali memperbaharui janjinya untuk memperathankan suku bunga rendah untuk periode panjang.

Selasa, 27 April 2010

Euro Terpukul oleh Ketidakpastian Yunani


Kekacauan seputar waktu dan besaran bantuan darurat bagi Yunani mendorong investor menjual euro pada perdagangan hari Senin kemarin seiring pasar kahawatir terhadap apakah negara anggotan zona eropa tersebut akan akan mengatur unutk menghindari terjadinya kegagalan utang. Euro sedikit melemah ke bawah $1.33, melemah untuk ketujuh kalinya dalam delapan hari terakhir perdagangan terhadap US dollar. Euro juga terpuruk ke level terendah selama tiga bulan terhadap sterling dipicu perhatian investor terhadap berbagai kondisi yang berpotensi menyerang pemberian pinjaman bagi Yunani.

Yunani meminta bantuan darurat pada hari Jum’at lalu dan berusaha untuk menyakinkan investor akhir pekan lalu bahwa dana 45 milyar euro ($60.5 milyar) dari Uni Eropa dan IMF akan tiba pada waktunya guna menghindari kebangkrutan utang luar negeri Uni Eropa untuk pertama kalinya. Yunani bergerak mendekati penerimaan paket bantuan darurat tersebut sebelum pembayaran utang jatuh tempo pada pertengahan Mei mendatang dimana Menteri Keuangan Yunani George Papconstantinou mengingatkan investor mereka akan kehilangan pakaiannya apabila mereka memperkirakan negara yang kekurangan keuangan tersebut akan bangkrut. Berbicara di hadapan reporter di Washington hari Minggu lalu dimana dia tengah menegosiasi rencana pinjaman 3 tahun dengan IMF dan pemerintah-pemerintah Eropa, Papaconstantinou menyatakan uang akan tersedua secepatnya dan negaranya tidak akan merestrukturisasi utangnya.

Namun pernyataan-pernyataan tersebut gagal menahan imbal hasil obligasi dua tahun Yunani melonjak 169 basis point ke 12.62 persen kemarin. Kekhawatiran seputar kegagalan luar negeri menerpa keseluruhan antusiasme. Euro melemah hampir 7 persen terhadap US dollar tahun ini, dan komdisi perdagnagan berjangka dan komoditi hari Jum’at lalu menyatakan bahwa speculator meningkatkan spekulasinya bagi kelanjutan pelemahan euro akhir kepan lalu. Sebagian investor khawatir bahwa masalah utang Yunani boleh jadi menrupakan sebuah pertanda masalah di Negara-negara di sekeliling Uni Eropa, termasuk Portugal dimana imbal hasil obligasi dua tahun pemerintahnya melebar hampir 100 basis point hari Senin kemarin.

Imbal hasil tambahan yang investor minta untuk mempertahankan obligasi 10 tahun pemerintah Yunani dibanding obligasi Negara rekannya Jerman melonjak 49 basis pint menjadi 607 kemarin. Euro slip 0.4 persen ke $1.3334. Meskipun dengan semakin dekatnya talangan pertama bagi anggota zona eropa tersebut, para pelaku pasar memberi signal perhatian terhadap kesulitan keuangan Yunani tidak akan berakhir seiring Negara tersebut berusaha untuk mengembalikan defisitnya ke bawah batasan dari Uni Eropa sebesar 3 persen pada 2012. Sebuah rebound dalam obligasi Yunani mereda pada 23 April lalu setelah pemerintah meminta dukungan.

Kanselir Jerman Angela Merkel hari Senin kemarin menyatakan bahwa Yunani harus komit terhadap upaya penghematan dan menunjukan itu dapat kembali ke sebuah kondisi ekonomi yang berkelanjutan sebelum Jerman dapa menyetujui bantuan darurat. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble berbicara kepada harian the Bild- am-Sonntag bahwa “baik Uni Eropa maupun pemerintah belum dapat membuat keputusan. Dalam kondisi saat ini, sebuah keputusan dapat bersifat positif ataupun negative”.

Rekomendasi IMF bahwa masa depan talangan bagi bank akan dibayar melalui retribusi perusahaan-perusahaan perusahaan financial membelah kelompok, yang meminta untuk dilakukannya penelitian lebih lanjut sebelum para pemimpin bertemu bulan Juni mendatang. G-20 membertahankan tengat akhir pada akhir tahun ini untuk menguraikan sebuah rencana untuk meningkatkan kualitas dan kuatnitas modal yang dimiliki oleh bank-bank untuk melindungi dirinya sendiri terhadap goncangan di masa depan, dan hingga saat ini para anggotan G-20 masih berselisih seputar detil pastinya. Pernyataan G-20 tidak membangun pernyataan bersama seputar nilai tukar mata uang dan para pejabat menyatakan mereka tida mendiskusikannya, dan menyampaiakn China tebebas dari permintaan-permintaan sebelumnya untuk membiarkan yuan menguat. Menteri Keuangan Amerika Timothy F. Geithner menyatakan hal tersebut hal tersebut merupakan kepntingan untuk China untuk membiarkan sebuah apresiasi.

Para pejabat ECB di Washington meredam sepkulasi bahwa kesulitan Yunani dapat meluas ke negara-negara dengan defisit anggaran yang tinggi lainnya. Mantan ketua ekonom IMF Kenneth Rogoff dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa Yunani nampaknya akan menjadi Negara euro terakhir yang membutuhkan bantuan IMF, dengan Irlandia, Spanyol, dan Portugal ayng secara nyata rantan.

Senin, 26 April 2010

Yunani Minta Uni Eropa dan IMF untuk Mengaktifkan Kesepakatan Bailout


Yunani meminta unutuk mengaktifkan sebuah bantuan penyelamatan finansial senilai 45 milyar euro atau setara dengan $60 milyar tahun ini dalam sebuah uji coba yang belum pernah dilakukan sebelumnya bagi stabilitas euro dan kohesi politik Eropa. Permintaan untuk bantuan dari Uni Eropa dan IMF dilakukan menyusul melonjaknya suku bunga pinjaman ke apa yang PM Yunani George Papndreou sebut sebagai level yang tidak berkelanjutan yang mendera upaya untuk memangkas defisit anggaran yang saat ini mencapai lebih dari empat kali lipat limit Uni Eropa. Papandreou meminta uantuk membuka paket senilai 45 milyar euro tersebut hari Jum’at kemarin setelah investor mengkhawatirkan kemungkinan kebangkrutan yang menekan bunga pinjaman ke rekor tertinggi yang juga mendera upaya Athena untuk memangkas utangnya yang mencapai 300 milyar euro.

Dengan utang nasional senilai hampir 300 milyar euro dan investor meminta hampir tiga kali lipat dari apa yang mereka minta dari Jerman untuk surat utang 10-tahun, Yunani dihadapkan pada sebuhan kekacauan fiskal yang mengancam meluas ke Spanyol dan Portugal, memaksa Uni Eropa untuk menyusun sebuah fasilitas bantuan siaga. Pertaruhannya adalah masa depan 11 tahun euro setelah pare pendirinya memberi bank sentral eropa (ECB) tanggung jawab untuk suku bunga sementara meninggalkan kebijakan anggaran dalam kapital nasional.

Permintaant tersebut datang sehari setelah imbal hasil surat utang 2-tahun mencapai 11 persen, mendekati imbal hasil Pakistan, dan Moody’ Investor Services menurunkan peringkat kredit Yunani satu tingkat ke A3 seraya menyatakan tengah mempertimbangkan untuk penurunan berikutnya. Pada awalnya surat-surat berharga Yunani rally pasca pernyatan tersebut dan kemudian menguarngi penguatannya. Imbal hasil obligasi pemerintah Yunani meningkat 4 basis point menjadi 1.672 persen, level tertinggi sebelum mulainya euro tahun 1999 dan lebih dari 10 kali imbal hasil obligasi Jerman. Imbal hasil tersebut kemudian turun lebih dari 200 basis point.

Euro, yang anjlok 7 persen tahun ini setelah Yunani menggerus kepercayaan terhadap mata uang tunggal tersebut, menguat hingga $1,3400 hari Jum’at kemarin setelah terpuruk ke level terendah selama satu tahun ke $1.3261. Ekonom termasuk profesor dari Universitas Harvard Martin Feldstein menyatakan mata uang tunggal akan goyah disebabkan perbedaan ekonomi tidak dapat tuntas dibawah satu payung moneter. Permintaan Yunani emmbtuhkan persetujuan dari seluruh 15 anggota negara-negara Uni Eropa lainnya. BlackRock Inc., manajer keuangan terbesar dunia, mengekspresikan perhatiannya terhadap sebuah penolakan dari warga di negara-negara US dollar yang tengah mempersiapkan untuk memberi bantuan.

Parlemen Luxembourg kemarin menyetujui bagian dari utang tersebut. Juru bicara menteri keuangan Perancis Michael Offer menyatakan Perancis siap mengalokasikan dana, yang masih perlu persetujuan legislatif. Jerman, yang akan memberi 8.4 milyar euro pinjaman, siap untuk melakukan tindakan atas persetujuan parlemen. Pejabat Uni Eropa menyatakan fasilitas bantuan tiga tahun untuk Yunani menawarkan senilai 30 milyar euro dalam bentuk pinjaman dari Negara-negara Uni Eropa tahun ini dengan bunga di bawah bunga pasar sekitar 5 persen. Senilai 10 milyar euro tersedia dalam tiga tahun pertama dari IMF pada bunga tetap lebih rendah. Pemerintah Yunani memulai pembicaraan pada 21 April lalu di Athena dengan Uni Eropa dan IMF untuk menyusun kondisi pada pendanaan sebelum mereka keluarkan. Juru bicara Uni Eropa Amadeu Altafaj menyatakan pertimbangan, yang biasanya memakan waktu antara dua hingga tiga pekan, mungkin akan diselesaikan dalam beberapa hari.

Menteri Keuangan Yunani George Papaconstantinou menyatakan proses persetujuan oleh Uni Eropa dan IMF akan berjalan bersamaan dan secara cepat. Dia menyatakan bahwa pencetusan fasilitas bantuan tidak meninggalkan keraguan seputar kemampuan Yunani untuk membayar utang bulan depan dan bahwa negara akan kembali memintan pasar saat kondisi tepat. Dibawah aturan Uni Eropa, pemerintah harus menjaga defisit anggarannya di bawah 3 persen dari GDP. Sementara Uni Eropa dapat menghukum negara-negara yang melebihi limiat tersebut, tidak ada negara yang diberi sanksi sejak euro diintroduksi tahun 1999. Dari 16 anggota Uni Eropa, hanya Luxembourg dan Finlandia yang memiliki defisit diantara limit tahun lalu. Target pemotongan defisit pemerintah dipertanyakan hari Kamis lalu setelah Eurosata, lembaga statistik Uni Eropa, merevisi meningkat defisit Yunani tahun 2009 menjadi 13.6 persen GDP dan menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan kelanjutan revisi hingga 14.1 persen GDP.

Kamis, 22 April 2010

IMF Tingkatkan Outlook Pertumbuhan Ekonomi Global, Fiskal


The International Monetary Fund (IMF) tingkatkan perkiraannya terhadap pertumbuhan ekonomi global tahun ini dan mengingatkan bahwa kegagalan Negara-negara untuk menahan membengkaknya utang public memiliki konsekwensi sangat kuat bagi ekonomi dunia. Lembaga yang berkantor pusat di Washington tersebut kemarin menyatakan ekonomi dunia akan meningkat 4.2 persen pada tahun 2010, pertumbuhan tercepat sejak 2007, meningkat dibanding proyeksi bulan Januari yang memperkirakan tumbuh 3.9 persen. Negara-negara berkembang mencakup China dan India memimpin dunia keluar dari resesi terdalam sejak perang dunia ke II, sementara Eropa dan Jepang mengikuti Amerika diantara negara-negara ekonomi maju, demikian IMF menyatakan dalam pandangan ekonomi dunia yang disampaikan kemarin. IMF memperkirakan pertumbuhan di Negara berkembang dan membangun akan tumbuh 6.3 persen tahun ini dan 6.5 persen tahun depan. Di Negara maju diperkirakan hanya akan tumbuh 2.3 persen tahun 2010 dan 2.4 persen tahun 2011.

Tahun ini, Negara-negara ekonomi maju mencakup Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang akan tumbuh 2.3 persen, lebih tinggi dibanding 2.1 persen perkiraan pada bulan Januari, dengan tingkat pengangguran diperkirakan akan bertahan pada area 9 persen hingga tahun 2011. ekspansi di Negara-negara maju akan mencapai 2.4 persen tahun depan, ungkap IMF. Gross domestic product Amerika akan meningkat 3.1 persen tahun ini sebelum melemah menjadi 2.6 persen pada tahun 2011. Pada bulan Januari, IMF memperkirakan tumbuh 2.7 persen tahun 2010 di Negara-negara ekonomi terbesar dunia. Outlook untuk ekonomi Jepang tahun ini meningkat menjadi 1.9 persen, meningkat dari 1.7 oersen prediksi pada empat bulan lalu.

Namun seiring ekonomi dunia secara perlahan meneratas jalan keluar dari resesi, kepala ekonom IMF Oliver Blanchard meningatkan bahwa tantangan baru dan tidak kurang hebat masih nampak. Dia menyatakan konsolidasi fiscal harus menjadi prioritas untuk ekonomi maju yang berutang sangat besar namun hal tersebut kemungkinan untuk terus membebani permintaan, dan selanjutnya pada pertumbuhan ekonomi, sebuah dilemma yang telah memberi banyak ekonomi tetap berjuang. Untuk mengimbangi terpaan pada permintaa, Negara-negara maju secara keseluruhan perlu untuk melemahkan mata uangnya guna mendorong ekspor, tandas Blanchard. Di sisi lain, ekonomi berkembang perlu untuk membiarkan mata uangnya menguat, meredam ekspor. IMF telah bertahun-tahun menyerukan sebuah penyeimbangan kembali antara negara-negara surplus seperti China dan negara dengan defisi beser seperti Amerika Serikat. Sebagian besar perhatian terfokus pada perlunya China untuk membiarkan mata uangnya, yuan, untuk terapresiasi guna membantu mengendalikan permintaan domestik.

Meskipun IMF merevisi meningkat perkiraannya bagi ekonomi Amerika, IMF mengingatkan bahwa ketidakpastian outlook ekonomi Amerika masih meningkat meskipun lebih rendah dibanding yang dipikirkan sebelumnya. Euro area akan dengan susah payah keluar dari lemahnya pertumbuhan pada tahun ini dan tahun mendatang sekitar 1 persen, dengan hanya ekonomi Yunani tertinggal pada tahun 2011 seiring blok ekonomi tersebut (Uni Eropa) bangkit dari resesi. Secara kontras, Australia dan ekonomi-ekonomi di Asia telah menunjukan pertumbuhan yang kuat, tutur IMF, meskipun mereka juga menyatakan Bank of Japan kemungkinan masih akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut apabila deflasi tetap terjadi. Di sub-sahara Afrika, sebagian besar ekonomi diperkirakan bertahan pada potensi output, sementara ekonomi berkembang Eropa akan terus tertinggal dengan beberapa ekspektasi.

Negara-negara kaya memikul beban utang lebih berat, dengan rasio utang terhadap GDP meningkat mendekati level tertinggi pada perang dunia ke II. Sementara itu, IMF mendorong negara-negara untuk mengadopsi strategi penurunan utang yang kredibel, seraya menyatakan upaya stimulus yang direncanakan untuk tahun 2010 harus sepenuhnya diimplementasikan dikarenakan pemulihan masih rentan dan pengangguran tinggi. Sebagian besar ekonomi maju akan memulai pada sebuah konsolidasi fiskal signifikan pada 2011, dan sebagian kecil lainnya akan memulai lebih cepat.

Peringatan IMF yang sering kali diulang berkenaan dengan utang digunakan sangat signifikan pada beberapa bulan terakhir seiring semakin intensifnya fiskal Yunani, meningkatkan biaya pinjaman dan memaksa pemerintah untuk memetakan sebuah paket penyelamatan yang memungkikan. Tugas menurunkan utang global sangat mengerikan. Penarikan stimulus akan mereduksi belanja publik dengan hanya sekitar 1.5 persen dari GDP. Setiap negara perlu menyesuaikan tiga kali lebih besar dibanding hanya menstaqbilkan rasio utang terhadap GDP. Mereduksi utang ke level sebelum krisis, di sisi lain, mungkin akan membutuhkan lebih banyak tahapan yang menyakitkan meliputi peningkatan pajak dan memangkas program-program pemerintah seperti jaring social.

Dalam pertemuan pada 23 April mendatang di Washington, menteri-menteri keuangan dan bank-bank sentral dari kelompok 20 negara industri dan membangun akan membicarakan bagaimana dan kapan untuk menghapus stimulus fiscal dan moneter seiring ekspansi global menguat. G-20 juga mempertimbangkan proposal-proposal untuk memikul biaya penyelamatan industri financial setelah pemerintah menyediakan sebesar kira-kira $11 triliun bagi institusi-institusi termasuk raksasa perbankan yang berbasis di New York Citigroup Inc. dan Royal Bank of Scoltand Group Plc. yang berkantor pusat di Edinburgh.

Selasa, 20 April 2010

Mata Uang Aman Menguat Seiring Kekhawatiran Terhadap Goldman Sachs, Yunani


Mata uang aman (US dollar dan yen) menguat terhadap segenap mata uang utama lainnya seiring perhatian terhadap investigasi Goldman Sachs Group Inc. akan meluas dan paket bantuan Yunani kemungkinan terputus mendorong permintaan terhadap mata uang Jepang dan Amerika sebagai mata uang aman dan menekan permintaan terhadap asset-aset beresiko. Investor juga khawatir terhadap bagaimana renana bantuan Uni Eropa-IMF untuk membantu Yunani menghindari kebangkrutan akan diimplementasikan.

Goldman Sachs group Inc. menghadapi meningkatnya tekanan regulasi dan hokum pada hari Senin kemarin menyusul tuduhan bahwa bank tersebut telah menipu klien-kliennya menyalakan momentum untuk reformasi regulasi di kedua bagian Atlantik terebut. The U.S. Securities and Exchange Commission membebani Goldman hari Jum’at lalu seputar penjualan produk subprime mortgage yang melahirkan perseteruan antara bank berpengaruh Wall Street dengan regulator puncak perdagangan surat berharga. Goldman membantah tudingan tersebut. The SEC menyatakan investor dibiarkan dalam kegelapan berkenaan dengan fakta bahwa Paulson menjual CDO. Satu dari investor-investor tersebut, Bank Jerman IKB menyatakan pihaknya tengah melakukan peninjauan kembali seluruh transaksi finansialnya sebelum krisis. IKB menyatakan kemungkinan akan mempertimbangkan menggunakan langkah legal namun sejauh ini tidak ada dasar untuk langkah tersebut.

Analis dri RBR Research menyatakan jika tidak ditemukan sesuatu, penelitian yang lebih tinggi oleh regulator dapat mengarah pada kekhawatiran tenaga kerja di Goldman dan mengurangi masa denan pemasukan apabila hal tersebut tetap dilakukan. Perusahaannya (FBR Research) telah menghapus Goldman Sachs dari daftar tebaiknya. Kasus penipuan public menjadi sebuah bayangan seputar apa yang diperkirakan menjadi sebuah bom bagi pengumuman perolehan keuntungan dari Goldman hari ini. Bank yang telah berumur 141 tahun tersebut untuk pertama kalinya menatakan penasehat umumnya, Greg Palm, akan bergabung kedalam penyampaian keuntungan disamping kepala keuangan David Viniar.

Inggris dan Jerman menyatakan mereka juga dapat mengejarh Goldman. Regulator financial Inggris menyatakan pihaknya tengah melihat inti dari tuntutan SEC, sepertihalnya BaFin Jerman yang menyatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan tuntutan kerugian. Perdanan Menteri Inggris Gordon Brown kemarin menyatakan untuk sebuah investigasi terhadap bank yang berkantor pusat di New York tersebut setelah SEC menyampaikan tuntutannya. Brown menyatakan dia sangat terkejut terhadap kebobrokan moral yang terindikasi dalam gugatan terhadap Golman Sachs. Pemerintah Jerman akan meminta informasi dari SEC, tutur Ulrich Wilhelk, seorang juru bicara untuk kanselir Angela Merkel. Lalu kami akan melihat pada catatan dan mempertimbangkan kemungkinan tahapan hokum, tambah Wilhelm.

Bruce Packard, analis di Seymour Pierce di London menyatakan ”Semua itu meyakinkan anda tidak akan membeli kedalam sebuah sektor dimana regulator tengah berupaya untuk menggulirkan satu tujuan”. Bahkan meskipun mereka tidak melakukannya, gumpalan yang muncul ke permukaan tidak merata bahwa apabila tujuan tersebut tidak digulirkan, sayangnya kemungkinan kita melihat sesuatu yang lebih banyak kaki yang patah di masa depan. Prospek pemeriksaan yang lebih luas telah mengganggu investor di seluruh dunia.

Permintaan terhadap mata uang aman juga meningkat seiring masih adanya kekhawatiran terhadap masalah utang Yunani. Presiden Bundesbank Alex Weber berbicara kepada para pembuat kebijakan Jerman bahwa Yunani kemungkinan membutuhkan lebih banyak bimbingan dibanding 30 milyar euro dana yang dijanjikan oleh Uni Eropa seiring pemerintah di Athena tengah berjuang untuk menekan utanngnya melalui rencana pemotongan pendapatan, tutur dua orang yang hadir dalam pertemuan dengan anggota dewan. Mereka berbicara dalam kondisi anonymous dikarenakan persentasi di Berlin tersebut bersifat rahasia. IMF berjanji untuk menyediakan 15 milyar eoru lainnya dalam bantuan tersebut. Pembicaraan seputar Yunani yang meliputi komisi Eropa, IMF dan ECB ditunda hingga 21 April mendatang dari hari Senin kemarin disebabkan debu vulkanik berpotensi mengganggu penerbangan.

Dollar menguat ke level tertinggi selama satu pekan terhadap euro ke $1.3415 dan melonjak ke level tertinggi selama lebih dari satu pekan terhadap sterling ke $1.5191. Yen menguat ke level tertinggi selama lebih dari tiga pekan terhadap euro ke ¥123.13 dan ke level tertinggi selama dua pekan terhadap stering ke ¥139.36.

Senin, 19 April 2010

Dollar dan Yen Menguat Ditopang Risk Aversion


US dollar dan yen menguat terhadap seluruh mata uang yang paling banyak diperdagangkan seiring anjloknya saham setelah Goldman Sachs Group Inc. didenda oleh regulator akibat penipuan, menghalangi permintaan terhadap asset-aset dengan imbal hasil lebih tinggi. Berita bahwa Goldman Sachs Group Inc. didenda akibat penipuan oleh the U.S. Securities and Exchange Commission hari Jum’at kemarin dalam susunan dan penjualan produk obligasi yang berhubungan dengan subprime mortgage menghantam investor menjelang akhir pekan dan beralih kepada mata uang aman. Yen juga menguat hari Jum’at kemarin menjelang berita Goldman, sebagian besar mengangkat pernyataan dari anggota dewan dari partai berkuasa yang menyatakan kebijakan moneter longgar dan intervensi untuk menurunkan yen dibutuhkan untuk melawan deflasi.

Goldman Sachs Group Inc. didenda dengan alas an penipuan oleh the US Securities and Exchange Commission atas penjualan produk obligasi yang berkaitan dengan subprime mortgage yang didesain untuk gagal. Tuntutan tersebut merupakan krisis terbesar tahun ini bagi Goldman, yang keluar dari krisis financial global sebagai bank paling berpengaruh di Wall Street. Penuntut SEC menduga bahwa penyusunan dan penjualan sintetik OCD dan ABACUS yang berkaitan dengan performa produk-produk sekturitas berbasis subprime residential mortgage. SEC menduga bahwa Goldman tidak mengatakan kepada investor informasi penting seputar ABACUS, termasuk bahwa Paulson & Co dilibatkan dalam memilih sekuritas yang menjadi bagian dari portofolio. SEC juga menduga bahwa Paulson mengambil psosisi jual terhadap CDO dibalik spekulasi bahwa nilainya akan turun. Menurut SEC, materi penjualan CDO menunjukan bahwa pihak ketiga, ACA Management LLC, memilih sekuritas barbasis CDO tanpa menyatakan keterlibatan Paulson.

DendaSEC diperkirakan akan membakar sentiment anti Wall Street hingga Capitol Hills, yang tengah menswiping reformasi industri financial yang diperkirakan secepatnya tiba di lantai Senat untuk dilakkan pemilihan. Sebuah tagihan Demokrat, yang secara kuat didukung oleh Presiden Barack Obama akan menetapkan pengekangan baru bagi bank-bank utama, kemungkinan membatasi peluangnya untuk pertumbuhan keuntungan dan pendapatan. Undang-undang yang sama diterima di the House of Representatives bulan Desember lalu. Analis yakin sebuah tagihan dapat ditandatangani menjadi hokum oleh Obama pertengahan tahun ini. Tuntutan SEC didelegasikan kepada hakim Distrik Barbara Jones, yang ditetapkan menjadi hakim oleh Presiden Bill Clinton. Dia memimpin tahun 2005 atas percobaan criminal mantan kepala eksekutir WorldCom Inc Bernanrd Ebbers atas penipuan laporan di perusahaan telepon senilai $11 milyar.

Berita Goldman menjadi isu utma yang mendominasi sentiment pasar pada perdagangan akhir pekan. Kegagalan subprime mortgage dan penyelesaian yang berhubungan dengan derivatif dan utang memainkan peran utama dalam kekisruhan kredit yang menggiring ke dalam sebuah kehancuran di Wall street serta resesi terdalam sejak 1930-an. Atas latar belakang tersebut, investor mengalihkan uangnya kedalam surat utang pemerintah Amerika yang mendorong harga surat utang meningkat lebih tinggi dan imbal hasil lebih rendah. US dollar menguat ke level tertinggi dalam satu pekan terhadap euro ke $1.3473, rebound dari level terendahnya sejak 18 maret di $1.3691 yang diraih hari Senin lalu dan ditutup pada teritori positif untuk kedua kalinya berturut-turut. Level $1.3500 dipandang sebagai level kunci dikarenakan level tersebut menandai titik teratas yang diraih Jum’at pekan lalu sebelum mata uang tunggal Eropa gapped lebih tinggi setelah akhir pekan dalam respon terhadap keepakatan term kesepakatan bailout Yunani. Terhadap yen, euro turun ke ¥123.88 per euro dengan penurunan terbesar sejak 25 Februari dibanding ¥126.27 hari Kamis lalu. US dollar dan yen keduanya telah menguat terhadap euro setelah hari Kamis lalu Yunani meminta untuk diselenggarakannya pembicaraan dengan pemimpin Eropa dan IMF, sebuah langkah menuju memperoleh dukungan melalu rencana bantuan yag disepakati akhir pekan lalu.

Terhadap sterling, US dollar menguat ke level tertinggi sejak awal pekan ke $1.5362 dengan penguatan harian terbesar dalam lebih dari tiga pekan dan yen menguat ke level tertinggi selama lebih dari satu pekan ke ¥141.37. Sterling melemah pada perdagangan hari Jum’at setelah televisi bersejarah berdebat diantara tiga partai politik Inggris menyoroti kemungkinan pemilu mendatang tidak akan menghaslkan tidak ada partai yang mengontrol secara keseluruhan. Penampilan lebih kuat dari partai Liberal Democrates, kekuatan ketiga dalam politik Inggris, dalam perdpebata Kamis malam lalu yang meyakinkan dalam debat hari Kamis malam kemarin rata-rata kemungkinan mempertahankan kesemimbangan kekuatan apabila tidak satupun dari frontunners memenangkan secara mayoritas dalam pemilu 6 Mei mendatang.